Pernah melihat bayi yang baru saja lahir langsung dibawa ke sebuah tempat khusus, dimandikan, disterilkan, dan dicek keadaannya oleh suster yang ditugaskan untuk menanganinya? Ternyata itu memang adalah prosedur standar yang akan dilakukan oleh tiap petugas kesehatan di seluruh dunia saat mendapati seorang bayi lahir ke dunia pasca proses persalinan.
Proses evaluasi keadaan bayi tersebut sering dikenal sebagai Apgar System, Apgar Test, atau yang umumnya di Indonesia juga dikenal sebagai Nilai Apgar. Nama untuk tes ini, Apgar, diambil langsung dari nama penemunya, seorang dokter wanita spesialis bedah dan anestesi, Virginia Apgar. Apgar System sendiri merupakan serangkaian tes yang digunakan untuk mengecek kondisi bayi yang baru saja dilahirkan. Tes ini dipercayai adalah penemuan yang sangat penting dalam bidang Kedokteran karena sebelum diterapkannya tes ini pada tahun 1949, para dokter ketika itu masih terpaku pada kepentingan untuk mengetahui kondisi keadaan si ibu daripada bayi yang baru saja dilahirkan. Padahal penting diketahui bahwa kematian bayi sebelum 24 jam pasca kelahiran salah satunya bisa jadi disebabkan okeh faktor kurangnya pengetahuan petugas tentang cara mengevaluasi keadaan si bayi.
Apgar, yang ketika itu menempati posisi sebagai dosen dan peneliti dengan targetnya untuk memberikan kontribusi terbaiknya di bidang anestesi, menemukan bahwa pada masa itu para dokter yang menangani proses persalinan seringkali lebih berkonsentrasi kepada keadaan sang ibu pada pasca melahirkan daripada kepada bayi yang baru saja dilahirkan.
Padahal menurut Apgar, satu menit setelah kelahiran sang janin, diperlukan evaluasi lagi untuk menentukan keadaan si bayi. Untuk memenuhi hal ini, Apgar lantas menemukan cara termudah dan terefisien untuk mengevaluasi kondisi sang bayi yang biasanya dilakukan satu menit pasca kelahiran. Dia membuat lima rangkaian tes yang menjadi standar penilaian (berkisar antara nilai 0, 1, 2) untuk mengetahui kondisi sang bayi, dan menurutnya hal-hal yang perlu diperhatikan adalah detak jantung bayi, pernafasan, gerak vibrasi otot, warna pada tubuh sang bayi, dan gerak refleksnya. Hal-hal tersebut sering dikenal dengan singkatan:
A= Appearence (warna kulit)
P= Pulse rate ( denyut jantung bayi)
G= Grimace (respon terhadap refleks)
A= Activity (kekuatan otot)
R= Respiratorion (pernafasan)